Rabu, 04 Mei 2011

Modifikasi Honda Jazz 2005

Share & Comment


Sejatinya,
Honda Jazz berlaga di lintasan aspal alias balap turing mungkin sudah tidak aneh. Namun, untuk ajang reli, boleh dibilang jarang yang menggunakan hatchback 1.500 cc ini. Kebanyakan menggunakan sedan untuk adu ngebut di trek tanah seperti itu. Nah, tunggangan milik Indra Koesumo ini, turun di kelas GR2,1. Seperti apa sih, yang dilakukan Wie-wie Rianto dari Firna Protechnik, pada Jazz berkelir kuning ini?

Memang tak salah anggapan Jazz lebih kerap turun di balap turing. Sebab Jazz kuning ini pun awalnya berlaga di sirkuit aspal oleh pemilik lamanya. Namun, belakangan digunakan untuk reli oleh Indra Koesumo.

Spesies langka di reli ini pun tentu bermula dari modifikasi yang berbeda dibandingkan ketika dipakai pada ajang balap turing. Meski untuk mesinnya tak banyak ubahan dibandingkan ketika masih standar. "Hanya porting dan polish saja, piston pun masih standar," terang Wie-wie.

Hanya ECUnya diremapping oleh Mugen, jadi meski bentuk dan komponennya sama dengan standar, programmnya sudah berubah, terutama pada pengapian dan pengaturan bahan bakar pada mesin Honda L15A yang masih menggunakan injektor standar itu.
 
Rem tangan Mengadopsi sistem hidraulis lebih mencengkram. Suspensi jadi peranti wajib untuk medan jelek


Sementara transmisi tetap standar, tetapi rasio gigi akhir alias final gear menjadi 4,2:1 dan menggunakan LSD. Tentu ini akan membuat traksi lebih baik, lantas tarikan pun akan lebih enteng dengan rasio final gear lebih besar.
 
Air Scoop diatap, disalurkan lewat kisi di tengah plafon depan


Tetapi, pada bodi dibuat lebih rigid dengan beberapa penguat di sektor suspensi juga dengan menggunakan roll cage. Untuk membuat roll cage ini, perlu teknik pengelasan tersendiri. Seperti kala menyambung pipa yang berada di dekat plafon. Karena sudah terangkai jadi satu, ada cara dilakukan Wardani, mekanik las dari Firna.

"Supaya bisa dilas bagian atasnya, dek dilubangi dulu, lalu seluruh kaki roll bar ini kan bisa turun. Nah, saat sedang turun itu dilas bagian atasnya," kiat lelaki asal Pemalang itu. Roll cage ini juga digunakan untuk ‘memegang' beberapa titik di bodi mobil, termasuk sebagai strut bar di suspensi belakang.

Lantas untuk suspensinya sendiri, menggunakan MCA/Proflex, 50 mm, untuk depan dan belakang, meredam bantingan dari ban Yokohama 185/65R14 dengan pelek Compe Rally itu. Sekarang, tinggal ngebut di tanah deh. Pemilik Jazz lain, berminat reli?


from http://otomodif.otomotifnet.com/read/2011/03/24/317115/114/20/Honda-Jazz-2005-Cukup-Melawan-Arus
Tags: ,

Published by

Maaf blognya jarang update. karena aku sibuk. sibuk mikirin kamu #Ahey

0 comments:

Posting Komentar

Link broken? unavailable picture? Kurang jelas? Tell us!

 
Copyright © Gue , Gw , Gua bilang.. | Designed by Templateism.com